Kamis, 25 September 2014

Kreasi Pertama: Sulam Pita ^^

Kreasi Pertama: Sulam Pita ^^
Aktif kembali setelah tulisan terakhir di bulan Desember tahun lalu..


Hari ini Kamis, 25 September 2014 merupakan pengalaman pertama bagiku untuk belajar sulam pita. Keterampilan sulam pita ini aku temukan ketika saya mendampingi teman-teman Stube-Hemat Sumba yang belajar selama satu bulan di Yogyakarta. Mereka mendapat kesempatan mempelajari berbagai keterampilan dan pengetahuan di kota budaya ini, antara lain belajar kerajinan bambu, ternak, kuliner, sulam pita, batik jumputan, dan 
jurnalistik.
 


Dua hari yang lalu hingga saat ini teman-teman dari Sumba difokuskan untuk belajar sulam pita. Sulam pita merupakan kerajinan yang berkaitan dengan jahit-menjahit. Seutas pita disulam pada kain strimin. Biasanya sulam pita ini bermotif bunga dan daun. Ketika saya melihat teman-teman Sumba yang khususnya perempuan begitu bersemangat dalam membuat sulam pita, saya pun merasa tertantang untuk mencoba juga. 


Kami didampingi oleh seorang ibu yang sangat ramah dalam membagikan ilmunya dan mengajari kami dari tahap demi tahap dengan sangat telaten hingga mudah kami pahami. Bu Tanti panggilan akrab beliau, merupakan seorang perempuan yang memiliki banyak sekali bakat yang bisa dia bagikan kepada orang lain, misalnya memasak makanan tradisional, membuat jajanan pasar, menganyam bambu, membatik jumputan dan keterampilan lainnya. 


Ketika saya bercerita dengan beliau, dia mengatakan, “Saat ini belum ada keinginan memasarkan hasil karya saya sendiri, tetapi saya masih ingin membagikan ilmu-ilmu yang saya miliki ini kepada orang lain, agar ilmu itu tidak saya miliki sendiri tetapi bisa dibagikan dan bermanfaat bagi orang lain.” jawab bu Tanti.


Terima kasih bu Tanti untuk ilmu dan karya pertama yang saya dapatkan dari belajar sulam pita ini, walaupun karyanya masih berantakan, hehehe :*


Senin, 23 Desember 2013

Story On Christmas Eve




Momen Natal merupakan sebuah momen yang sangat penting untuk seluruh umat Kristiani di dunia, Melihat dari tema natal tahun ini “Datanglah Ya Raja Damai”, tema ini sangat relevan dengan keadaan dunia saat ini, banyak hal yang terjadi di dalam dunia ini yang penuh dengan bencana alam, kerusakan, kekacauan,
perang dan masih banyak lagi maka dari  itu  kita membutuhkan Kristus sang penolong  Raja Damai yang bisa menolong kita dari keadaan-keadaan sekarang ini.
 




Di tahun ini merupakan tahun yang sangat membuat saya sedih, di natal tahun ini saya tidak bisa pulang ke kampung halaman dikarenakan libur yang sangat sedikit di semester ini, banyak teman sepergaulan saya yang kembali ke daerah asal mereka untuk merayakan natal bersama orang tua dan keluarga besar, ini yang membuat saya sangat sedih, saya teringat dengan keluarga besar saya yang merayakan natal bukan hanya sekedar  membuat roti, kumpul bersama tetapi  Semangat yang menggebu-gebu untuk merayakan sukacita Natal itu yang membuat saya kangen kepada mereka semua. Tetapi tiba-tiba saya teringat dengan Visi awal saya ketika datang ke kota pelajar ini,saya ingin belajar dan menyelesaikan Study yang sudah saya tempuh,, saya akan berjanji kepada diri saya sendiri dan orang tua saya bahwa saya akan menyelesaikan Study tepat pada waktunya dan tidak terlepas dari semua rencana Tuhan.



Hanya ucapan ini yang bisa saya berikan untuk melepas rasa kangen saya kepada mereka :

“Selamat  Natal  Mama dan  Selamat  Natal Papa terima kasih untuk semua pengorbanan yang sudah kalian berikan,tenaga,pikiran,hati dan dana untuk  hidupku, tidak ada yang bisa aku berikan kepada kalian tetapi biarlah kiranya Tuhan Yesus selalu menjaga,menyertai dan memberikan kesehatan penuh untuk kalian”. Love you